Sepekan, TNI AL dan India Patroli Terkoordinasi Indindo-44 di Perbatasan Laut Andaman

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut India menggelar patroli terkoordinasi India-Indonesia (Indindo) 2025 yang dijadwalkan selama 11-21 Juli di perbatasan Laut Andaman.
Patroli terkoordinasi ke-44 oleh TNI AL dan Angkatan Laut India ini merupakan yang pertama pada 2025. Biasanya, kegiatan patroli digelar dua kali dalam setahun.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris sebagai pimpinan satuan tugas (satgas) dan pejabat Angkatan Laut India resmi membuka patroli terkoordinasi Indindo ke-44 di pangkalan Sri Vijaya Puram, Kepulauan Andaman, Senin (14/7).
Abdul mengatakan, patroli terkoordinasi Indindo merupakan bagian dari penguatan kerja sama maritim antara TNI AL dan Angkatan Laut India.
Baca Juga: Satgas Patriot II Indonesia Buka Parade Bastille Day 2025 di Paris, Curi Perhatian Publik Prancis
"Patroli ini bertujuan memperkuat kerja sama, meningkatkan interoperabilitas, serta membangun kepercayaan dan soliditas menghadapi tantangan keamanan di kawasan," kata Abdul, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Selasa (15/7).
Menurutnya, kehadiran TNI AL dan Angkatan Laut India sangat vital untuk menjaga kawasan, terutama di perbatasan Laut Andaman dan Selat Malaka agar tetap aman, bebas, dan terbuka.

"Selat Malaka dan Laut Andaman merupakan kawasan penting sebagai jalur pelayaran internasional dan wilayah berpotensi kelautan," ujar Abdul.
Dalam patroli terkoordinasi ke-44 ini, masing-masing angkatan laut mengerahkan armada kapal hingga pesawat udara. TNI AL mengirimkan KRI Sultan Lambung Mangkurat-374 yang dipimpin Letkol Laut (P) Yan Ahmadi Sembiring, dan pesawat patroli maritim CN235-220 MPA P-8305 dengan pilot Kapten Laut (P) Aditya M. W.
Sedangkan Angkatan Laut India mengerahkan kapal perang jenis patroli lepas pantai (OPV) INS Saryu P54, kapal angkut tank (LCU) L-55, dan pesawat patroli maritim turboprop bermesin ganda, Dornier-228.
Sebelumnya, dalam patroli terkoordinasi Indindo ke-43 tahun 2024 yang digelar di Sabang, TNI AL mengerahkan satu korvetnya KRI Bung Karno-369, sementara Angkatan Laut India mengerahkan dua kapal perangnya, yaitu INS Kesari L 15 dan MK. IV LCU L51.
Masih pada tahun yang sama, kedua negara sebelumnya juga menggelar patroli terkoordinasi di perbatasan pada pekan terakhir Mei 2024. Dalam kegiatan itu, patroli terkoordinasi Indindo ke-42, TNI AL mengerahkan korvet kelas Parchim, KRI Sultan Thaha Saifuddin-376 dan pesawat CN235-220 MPA, sementara Angkatan Laut India mengerahkan korvet Kelas Kora, yaitu INS Kulis-P63 dan INS Chetlat-T70, serta satu kapal serbu cepat. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































