Sepanjang 2025-2026, TNI AL Gagalkan Narkoba dan Tambang Ilegal Rp30,3 Triliun

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membeberkan rekor capaian operasi penindakan di perairan RI. Sepanjang 2025 hingga Agustus 2026, TNI AL menyelamatkan potensi kerugian negara senilai Rp30,3 triliun dari maraknya praktik penyelundupan narkoba dan tambang ilegal.
Ali menyampaikan langsung rekor tersebut di sela pemusnahan barang bukti 1,3 ton narkotika jenis ketamin di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8).
Baca Juga: Ancaman Drone Makin Meningkat, Kemhan Siapkan Strategi Counter-UAS Berlapis
Ia merinci, jajarannya menggagalkan penyelundupan 5,3 ton barang haram serta 849,74 ton hasil tambang ilegal. Angka fantastis ini lahir dari patroli ketat yang digelar prajurit di berbagai wilayah perbatasan laut.
"Sepanjang 2025 sampai 2026, TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan 5,3 ton narkoba dan 849,74 ton sumber daya alam pertambangan. Jika diakumulasikan, total nilainya ditaksir mencapai Rp30,3 triliun," kata Ali.
Salah satu tangkapan besar terbaru berawal saat KRI Kerambit-627 mencegat kapal MV King Sun di perairan utara Tanjung Berakit, Bintan. Tim khusus pemeriksa kapal (visit, board, search, and seizure/VBSS) kemudian menemukan 65 karung ketamin seberat 1,3 ton yang tersembunyi di bawah lantai kapal.
Hasil pemeriksaan forensik digital bersama Bea Cukai memastikan barang bukti tersebut merupakan obat terlarang bernilai ekonomi hingga Rp4,5 triliun. Penindakan ini sekaligus menyelamatkan 13 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan zat pembius tersebut.
Baca Juga: Momen Warga Sujud Syukur di Atas Jembatan yang Dibangun TNI AD
Ali menegaskan, tindakan tegas di wilayah laut ini menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam program Asta Cita ke-7. TNI AL terus menutup rapat celah kejahatan lintas negara di perairan Indonesia.
"TNI AL akan terus hadir dan bertindak tegas dalam mengawal hukum laut demi melindungi masyarakat serta menyelamatkan generasi muda bangsa dari ancaman bahaya narkotika," tegasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































