Senyum Bahagia Anak-anak Naik Panser Anoa

Jakarta, IDM - Hari ini, Rabu, (25/1) bertempat di Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela, sebanyak 76 orang Siswa TK IT Al-Ikhlas laksanakan kegiatan pengenalan alutsista dan tugas pokok TNI AD.
Anak-anak ini dikenalkan dari senjata, Panser Anoa, seragam yang sering dipakai tentara khususnya Angkatan Darat, Joyride Panser dan pengenalan profil Satuan Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela.

Ada senyum terpancar dari wajah anak-anak ini, terutama saat diajak berkeliling naik Panser Anoa.
"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kunjungan dan memperkenalkan anak sejak usia dini tentang profil tentara khususnya TNI AD," tulis keterangan resmi Penerangan Batalyon Mekanis 202/Tajimalela di akun Instagram resminya dilihat, Rabu.

Baca: Danjen Kopassus Tinjau Langsung Produksi Senjata untuk Korps Baret Merah di Abu Dhabi
"Diharapkan kedepan Anak-anak terinspirasi dengan tentara dan bisa menjadi salah satu ajang werfing secara tidak langsung kepada pengasuh dan pembimbingnya yang mempunyai anak yang ingin masuk dan bergabung menjadi Tentara," tambah keterangan Penerangan Batalyon Mekanis 202/Tajimalela. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































