Seminar Keantariksaan, Pemanfaatan Ruang Angkasa Sebagai Kepentingan Nasional

Jakarta,IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama dengan National Air and Space Power Center of Indonesia (NASPCI) dan PT Napindo menggelar seminar keantariksaan bertajuk “Pemanfaatan Ruang Angkasa Dalam Rangka Keamanan Nasional”, bertempat di gedung Ardhyaloka, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (31/8).
Berbicara perihal kepentingan nasional, ruang angkasa menjadi domain yang saat ini telah banyak dimanfaatkan. Amerika Serikat (AS) menjadi satu-satunya negara yang telah memanfaatkan ruang angkasa dalam rangka kepentingan nasional dengan membentuk Space Force yang independen.

“Indonesia, dalam hal ini TNI AU akan lebih dahulu memfokuskan bagaimana membangun kesadaran bersama tentang ruang angkasa, untuk selanjutnya menjadi suatu kontribusi konsep yang berkesinambungan dalam menguasai pengetahuan strategis tentang upaya pemanfaatan dan pengamanannya bagi keamanan nasional,” kutip keterangan tertulis yang diterima Indonesia Defense Magazine.
Seperti diketahui bersama, bahwa saat ini ruang angkasa semakin padat dengan adanya satelit yang jumlahnya mencapai sekitar lebih dari 4.500 buah dan diperkirakan akan terus meningkat ke depannya seiring dengan transformasi digital.

Sementara Indonesia baru mengoperasikan beberapa satelit yaitu satelit Merah Putih, satelit Telkom-3S, satelit Nusantara-1, dan satelit Satria-1. Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa tengah terjadi perlombaan global untuk pemanfaatan ruang angkasa, namun ternyata ruang angkasa di atas wilayah strategis NKRI kurang terpantau oleh bangsa Indonesia sendiri, dikarenakan minimnya kewaspadaan terhadap wilayah tersebut.
Pemanfaatan ruang angkasa juga sejatinya dapat menjadi peluang ekonomi yang besar, seperti penggunaan berbagai satelit yang bisa mendapatkan data-data bernilai strategis dan ekonomi baik untuk kebutuhan pemerintah, militer, maupun sipil.
Seminar Keantariksaan ini dibagi dalam 3 sesi. Sesi pertama tentang “The Use of Space-An Overview”, yang membahas bagaimana membangun pemahaman serta wawasan secara global tentang pemanfaatan ruang angkasa untuk keamanan nasional.

Sesi kedua tentang “Threats and Opportunities in The Use of Space,” membahas ancaman dan peluang dari ruang angkasa dari berbagai aspek.
Sedangkan sesi ketiga adalah “The Implementation of The Use of Space in Indonesia”, yang membahas implementasi pemanfaatan ruang angkasa yang dapat dilakukan di Indonesia, yang dimulai dari sisi regulasi, gagasan pengembangan serta pemanfaatan teknologi.
Penyelenggaraan seminar ini sekaligus menjadi rangkaian perjalanan menuju Space Summit yang akan dilaksanakan pada 4 November 2022 bersama dengan pelaksaan IndoAerospace 2022. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































