Sembilan Korps TNI AD Bersinergi Perkuat Manuver Tempur di Baturaja

Jakarta, IDM – Sembilan Korps TNI AD bersama Kompi Kavaleri MBT Leopard (Kikav MBT) bersinergi memperkuat manuver tempur. Hal ini dilakukan dalam latihan taktis Gerak Maju Untuk Kontak (GMUK) 2024 di Baturaja, Senin (2/12).
Dilansir keterangan dari Penerangan Kostrad (Penkostrad), Selasa, (3/12) sembilan Korps tersebut yaitu Korps Armed, Arhanud, Zeni, Perhubungan, Kesehatan, Perbekalan Angkutan, Polisi Militer, dan Peralatan.

Baca Juga: Wamenhan Soroti Dua Hal dalam Forum ASEAN Outlook on The Indo-Pasific

Dijelaskan latihan ini bertujuan mengasah kesiapsiagaan pasukan dalam skenario kontak langsung dengan musuh. Latihan ini juga melibatkan penentuan TK (Titik Kritik), TS (Titik Serang), dan pergerakan strategis pasukan dari TB (Titik Bongkar) menuju DP (Daerah Persiapan) di wilayah Baturaja.
Hal ini menunjukkan kemampuan interoperabilitas dan koordinasi antar satuan dalam medan operasi, sekaligus membuktikan kekuatan dan ketangguhan pasukan TNI di medan tugas. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































