HANKAM

Seleksi Denjaka, Puluhan Prajurit AL Lulus Kursus Teror Aspek Laut

penanggulangan teror
Penutupan kursus penanggulangan teror aspek laut 2023 di Jakarta, Kamis (20/6). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Puluhan prajurit pasukan khusus TNI AL lulus kursus penanggulangan teror aspek laut (PTAL). Kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian seleksi untuk menjadi pasukan Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

Wakil Komandan Marinir Brigjen (Mar) Suherlan resmi menutup kursus penanggulangan aspek teror laut angkatan ke-17 tahun ajaran 2023 tersebut di Jakarta, Kamis (20/6).

"Selanjutnya, mereka yang lulus akan dipersiapkan bergabung dengan salah satu pasukan elite TNI AL, yaitu Denjaka," kata Suherlan, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (21/6).

Baca Juga: Kapal Perang OPV Kelas Saryu AL India Singgah di Belawan

Pada kesempatan tersebut, Suherlan berharap dengan berbagai metode latihan yang diberikan dari segala cuaca maupun medan yang beresiko, mampu membentuk puluhan prajurit terpilih memiliki mental yang baik serta bermoral.

penanggulangan teror
(Foto: Dok. Dispen Kormar)

"Mampu menguasai pengetahuan ataupun keterampilan teknis standar perorangan dasar sebagai pasukan antiteror, antisabotase, dan antiklandestin aspek laut, dan menguasai fungsi intelijen," paparnya.

Denjaka adalah salah satu pasukan elite yang dimiliki TNI AL yang terdiri dari gabungan prajurit terpilih dari Taifib dan Kopaska dengan kemampuan tempur trimedia.

Baca Juga: TNI AD Kirim 3 Batalyon Amankan Perbatasan RI-PNG

Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tertanggal 13 November 1984. Cikal bakalnya adalah Pasukan Khusus TNI AL (Pansusla) yang dibentuk oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) pada 4 November 1982 untuk menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut.

penanggulangan teror
(Foto: Dok. Dispen Kormar)

Berdasarkan Peraturan KSAL Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penataan Organisasi Detasemen Jala Mengkara Korps Marinir, kedudukan Denjaka berada di bawah tiga pihak sekaligus.

Dalam hal pembinaan kemampuan dan kekuatan yang bersifat umum bertanggung jawab kepada Komandan Korps Marinir, dalam hal pembinaan kemampuan yang bersifat khusus bertanggung jawab kepada Kabais TNI. Sedangkan untuk penggunaan kekuatan dan kesiagaan operasional unsur-unsurnya bertanggung jawab kepada Panglima TNI. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.