HANKAM

Selamat Jalan, Jenderal Sayidiman

Selamat Jalan, Jenderal Sayidiman
Selamat Jalan, Jenderal Sayidiman

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Keluarga Besar TNI AD turut berduka cita, atas meninggalnya Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo  Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebaroto, Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan, mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas) meninggal dunia dikarenakan sakit.

"Semoga amal almarhum diterima disisi Allah SWT," tulis Nefra dalam keterangannya.

Sayidiman merupakan salah satu lulusan terbaik Akademi Militer Yogyakarta tahun 1948. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, seperti Wakil KSAD (1973) dan Gubernur Lemhannas (1974-1978).

Di luar penugasan bidang militer, Sayidiman pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang (1979).

Selain itu, berbagai operasi tempur juga pernah diikuti pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur pada 21 September 1927.

Saat berdinas di TNI, Sayidiman pernah ditugaskan melawan pemberontakan Darul Islam, PRRI/Permesta, dan G30S/PKI. (rgp/wan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.