HANKAM

Selama 5 Hari, KRI Bung Tomo Ikuti Aman Exercise 2025 di Pakistan

KRI Bung Tomo-357.
KRI Bung Tomo-357 tiba di Karachi, Pakistan, Kamis (6/2). (Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Jakarta, IDM – Kapal perang TNI AL, yakni KRI Bung Tomo-357 mengikuti latihan angkatan laut multilateral yang diselenggarakan oleh Pakistan, yakni 'Aman' Exercise 2025, yang akan berlangsung dari 7-11 Februari.

KRI Bung Tomo yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Dedi Gunawan Widyatmoko, tiba di Karachi, Kamis (6/2) usai berlayar dari Belawan, Sumatra Utara sejak 10 hari yang lalu.

Pada kesempatan tersebut, kedatangan KRI Bung Tomo disambut oleh Atase Pertahanan (Athan) RI di Islamabad, Kolonel Henru Hidayat Susanto, Konsul Jenderal RI di Karachi, Teguh Wiweko beserta staf serta commanding officer PNS Hunain, Kapten Haroon Aziz Jafry.

Baca Juga: Pemerintah Akan Bangun Rumah Subsidi untuk Prajurit TNI AD

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I, Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, mengungkapkan selama berada di Karachi, KRI Bung Tomo akan melaksanakan berbagai kegiatan

"KRI Bung Tomo bertugas memperkenalkan budaya Indonesia, mempererat hubungan diplomasi serta berpartisipasi dalam latihan sea phase bersama negara-negara peserta Aman Exercise 2025," ungkap Yoni dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/2).

KRI Bung Tomo-357.
(Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Adapun KRI Bung Tomo dalam Aman Exercise 2025 ini membawa para prajurit Koarmada I dari berbagai satuan, termasuk anggota Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska), Dinas Kesehatan (Diskes), dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair).

Baca Juga: Bakamla Terima Hibah 145 Unit Alat Latihan VBSS dari UNODC

Aman Exercise tahun ini melibatkan sekitar 60 angkatan laut negara, termasuk TNI AL. Para peserta akan mengikuti dua fase latihan, yaitu pangkalan (harbour phase) dan laut (sea phase).

Beberapa materi latihan yang bakal digelar selama fase pangkalan mencakup seminar, diskusi membahas rencana operasi, demonstrasi aksi kontra-terorisme, dan perencanaan pra-pelayaran.

Sementara itu, fase laut terdiri dari manuver taktis, latihan-latihan terkait keamanan maritim seperti operasi antibajak laut, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), penembakan senjata, dan latihan anti-peperangan udara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.