Sekkau Laksanakan Latihan Menembak, untuk Pelihara Kemampuan Prajurit

Jakarta, IDM - Untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) melaksanakan latihan menembak senjata laras panjang dan pistol di Lapangan Tembak Djamsuri, Wing 1 Paskhas Halim Perdanakusuma, Jakarta. Senin, (28/3).
Dansekkau, Marsma TNI Firman Wirayuda, disela-sela kegiatan mengatakan bahwa kemampuan menembak merupakan suatu kebutuhan dasar yang wajib dimiliki oleh seorang prajurit TNI.
Sebelum melaksanakan latihan, seluruh peserta terlebih dahulu mendapat pengarahan dan penekanan agar dalam pelaksanaan latihan tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan.
“Menembak adalah kemampuan paling mendasar yang harus dikuasai oleh setiap prajurit TNI, termasuk Prajurit Sekkau, sehingga harus selalu dipelihara dan ditingkatkan terus-menerus secara bertahap, bertingkat dan berlanjut,” jelas Firman.
Pada kesempatan tersebut, Firman memberikan apresiasi bagi personel Sekkau yang mendapat nilai tertinggi dari hasil menembak dan diberikan hadiah sebagai penghargaan. (gin)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































