Sekjan Kemhan RI Terima Kunjungan Dirjen Pengembangan Internasional Direktorat Persenjataan Kementerian Angkatan Bersenjata Republik Prancis

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto melakukan pertemuan resmi dengan Dirjen Pengembangan Internasional Direktorat Persenjataan Kementerian Angkatan Bersenjata Republik Prancis Letjen (Eng) Thierry Carlier di Kemhan, Jakarta, Kamis (21/4).
Disampaikan oleh Sekjen Kemhan bahwa tindak lanjut hasil pertemuan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis H.E. Mrs. Florence Parly dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, pada Februari lalu, mengenai peningkatan kerja sama bidang pertahanan kedua negara, termasuk kerja sama partnership industri pertahanan saat ini berjalan paralel dalam hal penyiapan draft kerja sama maupun perencanaan budget.
Sekjen Kemhan didampingi Dirjen Renhan Mayjen TNI Budi Prijono, Kapus Alpalhankam Marsma TNI Yusran Lubis, dan Dirkersinhan Ditjen Strahan Brigjen TNI Steverly Parengkuan. Sementara Dirjen Pengembangan Internasional Direktorat Persenjataan Kementerian Angkatan Bersenjata Republik Prancis didampingi oleh Atase Pertahanan Prancis untuk Indonesia Kolonel Sven Meic.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































