Sejumlah Ranpur TNI AD di Bali Diupacarai di Hari Raya Tumpek Landep

Jakarta, IDM - Sejumlah kendaraan tempur (Ranpur) TNI AD milik satuan jajaran Kodam IX/Udayana diupacarai oleh umat Hindu di Hari Raya Tumpek Landep, Sabtu, (3/6).
Kendaraan tersebut adalah milik satuan Batalyon Infantri Mekanis 741/Garuda Nusantara, Detasemen Kavaleri 4/Simha Pasupati, Batalyon Zeni TempurTempur (Yonzipur) 18/Yudha Karya Raksaka.
Adapun ranpur yang diupacari di Yonmek 741/GN berjenis Panser Anoa buatan PT. Pindad. Kemudian di Denkav 4/SP berjenis Panser Anoa, Panser Comando Scout, Panser Tarantula dan Tank AMX 13 APC. Lalu, di Yonzipur 18/YKR, rata-rata kendaraan Alsuszi seperti Ran Zihandak, Ran Nubika, Dumtruck, Exavator, Buldozer, dan lain-lain.
Baca Juga: Jelang Sertijab, Danlanud Iswahjudi Lakukan Farewell Flight
"Perayaan hari raya tumpek landep bukan hanya mengupacarai alat-alat seperti mobil pribadi atau dinas, sepeda motor dan senjata. Tetapi perayaan hari suci ini sebagai simbol memohon anugerah agar alat-alat tersebut dapat bertuah yang nantinya bermanfaat dan berguna dalam kehidupan sehari-hari dalam melaksanakan Dinas di Militer," kata Ketua Umat Hindu Yonif Mekanis 741/GN Lettu Inf Anak Agung Putrawan seperti dikutip dari Tribun Bali. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































