HANKAM

Sejumlah Intelijen Negara ASEAN Berkumpul di Bali, Bahas Apa?

AMIM
Sejumlah intelijen negara ASEAN yang berjumlah 11 negara berkumpul di Bali forum Internasional ASEAN Military Intelligence Meeting (AMIM) ke-20 bertempat di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, Senin (5/6). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Sejumlah intelijen negara ASEAN yang berjumlah 11 negara yaitu Indonesia, Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapura, Thailand, dan Timor Leste berkumpul di Bali forum Internasional ASEAN Military Intelligence Meeting (AMIM) ke-20 bertempat di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, Senin (5/6).

Asintel Panglima TNI Laksda TNI Angkasa Dipua sebagai Kepala Intelijen Militer di negara ASEAN saat membuka forum tersebut mengatakan forum ini adalah upaya untuk membangun kerja sama intelijen militer yang kuat dan berkelanjutan dan harus diatasi bersama.

Baca Juga: KSAD Berikan Kuliah Umum dan Launching “SISTER-SIAKAD” STHM

"Kita secara individu dan kolektif memiliki kewajiban untuk berkontribusi pada pertumbuhan dan kemakmuran Internasional. Sebagai Kepala Intelijen Militer di negara ASEAN kami bertekad untuk mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi saat ini," kata Angkasa dalam keterangan resminya Puspen TNI, Senin, (5/6).

Lanjutnya bahwa prakarsa ini akan semakin memperkuat kerja sama yang sudah terjalin kuat di antara personel intelijen militer ASEAN.

Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan Menhan Jerman, Bahas Penguatan Kerja Sama Pelatihan dan Pendidikan

"Pandangan serta langkah-langkah konkret yang kita hasilkan dalam pertemuan ini bertujuan utk memperkuat Komunitas Intelijen Militer ASEAN, dan akan diimplementasikan lebih lanjut dalam Pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata ASEAN/ASEAN Chiefs of Defence Force Meeting (ACDFM)," kata Angkasa.

Tema yang diusung AMIM ke-20 tahun 2023 "Penguatan Komunitas Intelijen Militer ASEAN dalam Menghadapi Tantangan Keamanan Kawasan Baru". (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.