Sejumlah Ancaman Pengaruhi Aspek Pertahanan, TNI AL Ajak Stakeholder Sinergi Kekuatan

Jakarta, IDM - Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda TNI Denih Hendarata, mengatakan ancaman non-tradisional lintas negara, perang hybrid dan asimetris serta aktivitas zona abu-abu dan perang proxy memburamkan ancaman bagi aspek pertahanan dan keamanan.
"Tentunya harus ada sinergi kekuatan pertahanan dan keamanan di laut," kata Denih dalam seminar Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), Jakarta, dikutip dari keterangan Dispenal.
Denih menegaskan, perlunya mewujudkan visi nasional dengan upaya memperkuat sinergitas dan interoperabilitas kekuatan pertahanan dan keamanan laut, sebagai wujud kesemestaan dalam strategi pertahanan maritim Indonesia.
Baca Juga: Kadispenad: Penanganan Stunting adalah Investasi Masa Depan
Seminar ini merupakan forum yang sangat vital untuk menampung gagasan dan masukan, sekaligus menyamakan visi dan upaya para pemangku, kepentingan khususnya di bidang kemaritiman dalam rangka mewujudkan visi Indonesia emas 2045.

Visi Indonesia Emas 2045 dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu stabilitas bangsa yang terjaga, keberlanjutan dan kesinambungan, serta sumber daya manusia yang berkualitas.
Stabilitas bangsa mensyaratkan sistem keamanan yang kuat, termasuk di laut. "Perkembangan ekonomi, politik, dan teknologi membawa pengaruh sangat besar terhadap dinamika keamanan laut," ujar Denih.
Baca Juga: 180 Calon Prajurit Satgas TNI Konga 2023-2024 Terima Pengarahan Komandan PMPP
Berbagai tantangan keamanan laut saat ini tidak terbatas pada tantangan tradisional, terlebih lagi yang disebabkan perubahan iklim. Memahami bentuk dan sumber ancaman keamanan laut serta tingkat kewaspadaan dan kemampuan sistem keamanan laut nasional menjadi penting.
"Untuk menyusun rencana penguatan sistem keamanan laut nasional sehingga mampu mengawal target-target pembangunan, khususnya di sektor kelautan," jelas Denih.
"Demi mewujudkan visi Indonesia emas 2045, sebuah sistem pertahanan maritim yang berbasis kesemestaan perlu diusung bersama," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































