Sebanyak 65 Prajurit Dislambair Koarmada II Jalani Latihan Khusus Selam

Jakarta, IDM – Sebanyak 65 prajurit TNI AL dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) mengikuti latihan kursus selam K-1 selama sepekan, yakni 22-29 April.
Latihan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Personel dan Material Selam (Kasubdispersmatlam) Koarmada II Letkol Laut (P) Haran Al Ahsan Budi di Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/4).
Baca Juga: Persiapan Rimpac 2024, Koarmada II Akan Kirim KRI RE Martadinata
Puluhan prajurit Dislambair tersebut akan menjalani pelatihan khusus selam yang terdiri dari pengelasan, pemotongan baja atas dan bawah air sebagai upaya pembinaan serta peningkatan kemampuan para penyelam.

"Latihan khusus selam ini bertujuan supaya prajurit Dislambair Koarmada II dapat siap setiap saat dalam menghadapi berbagai tugas penyelamatan (salvage) dan penyelaman yang merupakan tugas pokok," ujar Haran, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.
Ia melanjutkan, selain materi pembinaan fisik, latihan khusus selam ini juga akan dilaksanakan materi pengoperasian Corrometer, Cygnus-1, dan kamera tv bawah air serta fins.
Baca Juga: Fly Pass Pesawat Angkut hingga Tempur Semarakkan Peringatan HUT ke-78 TNI AU
"Saya berharap kepada para peserta memperhatikan semua materi karena pentingnya keberadaan latihan ini bagi peningkatan kemampuan para pelaku, agar semakin profesional pada bidang kerja penyelaman yang berarti semakin menguasai sebagai penyelam salvage," kata Haran.
"Gunakan kesempatan ini yang baik ini untuk menimba dan memperdalam ilmu pada bidang kerja bawah air," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































