Sebanyak 33 Prajurit TNI AD Dikirim ke Pulau Simeulue, Jaga Perbatasan Terluar Indonesia

Jakarta, IDM – Sebanyak 33 prajurit TNI AD dari Yonif 117/Ksatria Yudha, Kodam Iskandar Muda (IM) dikirim ke pulau Simeulue yang berada kurang lebih 150 kilometer dari lepas pantai barat Aceh.
Acara pelepasan prajurit ini langsung dipimpin oleh Pangdam IM, Mayjen TNI Niko Fahrizal dalam acara Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) dan Apel Pemberangkatan Personel Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Pulau Kecil Terluar Berpenghuni di Kompi Air, Bekangdam IM, Ulee Lheue, Kota Banda Aceh pada Kamis, (28/6/24).
Baca Juga: Prajurit Yonif 330 Kostrad Gelar Latihan Ground Training
"Saya yakin dan percaya, para prajurit yang akan berangkat mengamankan pulau terluar sanggup mengatasi semua permasalahan di medan tugas dan menjaga nama baik TNI, karena penugasan merupakan tugas mulia demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI," kata Pangdam dalam keterangannya dikutip dari Pendam IM, Kamis, (27/6).
Ia menjelaskan para prajurit ini telah dipersiapkan dengan berbagai latihan intensif, baik fisik maupun mental, untuk menghadapi tugas ini. Mereka juga dibekali dengan perlengkapan dan logistik yang memadai guna menunjang operasional di lapangan.
Baca Juga: KSAL Sematkan Brevet Kehormatan Penerbangan ke 7 Pati TNI AL
"Pelepasan personel Satgas ini menandai komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah terluar Indonesia, serta memastikan bahwa seluruh wilayah NKRI tetap aman dan terjaga dari segala ancaman," tutup Pangdam IM. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































