Sebanyak 270 Bintara Siswa Terima Baret Coklat Arhanud

Jakarta, IDM – Sebanyak 270 Bintara Siswa menerima Baret Cokelat kebanggaan Korps Arhanud yang bertempat di Lapangan Tembak AWR TNI AU Pandanwangi Lumajang, Sabtu (22/3). Upacara pembaretan dipimpin oleh Danpusdikarhanud Brigjen TNI I Made Suryawan.
Baca Juga: Ratusan Prajurit Siswa Infanteri Terima Brevet Kualifikasi “Yuddhawastu Pramukha”
Dilansir keterangan Penarhanud, Minggu, (23/3) Danpussenarhanud dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danpusdikarhanud, bahwa tujuan dari tradisi ini mengandung makna yaitu semangat perjuangan, rasa kebanggaan dan jiwa korsa sehingga akan timbul Esprit De Corps kepada setiap Prajurit yang baru bergabung dalam Korps Arhanud.

Dalam kesempatan tersebut, para orang tua dan keluarga siswa dan tamu undangan diberikan kesempatan untuk memasangkan Baret Kehormatan kepada Prajurit Bintara Arhanud.
Baca Juga: Dua Kapal Perang Satgas Operasi Trisila-25 Latihan Bersama di Teluk Bayur
Tradisi Korps Pembaretan merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Olah Yudha yaitu pembulatan dari seluruh materi pengetahuan dan keterampilan yang diterima selama di Pusdikarhanud serta diakhiri dengan Latihan Menembak Senjata Berat Arhanud dan Pembaretan. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































