Sebanyak 172 Taruna Kecabangan Infanteri Lulus Pendidikan Para Dasar

Jakarta, IDM – Sebanyak 172 Taruna Akademi Militer (Akmil) Tk IV TA 2025 Kecabangan Infanteri lulus pendidikan para dasar. Upacara penutupan dipimpin langsung Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Djon Afriandi di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus, Kopassus, Rabu, (30/4).
Acara ini dihadiri oleh Gubernur Akmil, Ir Kopassus dan PJU Kopassus.
Baca Juga: Rapat dengan Komisi I, Menhan Sjafrie Dorong Peningkatan Kesejahteraan Prajurit
Dalam keterangannya Penkopassus, Rabu, (30/4) Djon meminta para taruna ini tidak berhenti berlatih. Menurutnya hanya dengan latihan yang terus-menerus nantinya bisa menjadi peterjun pasukan lintas udara sejati, yang mampu mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai garda terdepan NKRI.
“Selamat kalian kini telah resmi menyandang predikat sebagai peterjun, suatu kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar sebagai calon prajurit TNI AD yang profesional, Jangan pernah berhenti belajar dan berlatih," kata Djon.
Baca Juga: Sebanyak 237 Pati TNI Dimutasi, Ada Pangkogabwilhan I Hingga Pangkoopsud I
Lebih lanjut ia mengatakan ke depan dinamika lingstra menuntut kesiapan kemampuan taktis militer yang tinggi.
"Hanya dengan latihan yang terus-menerus kalian bisa menjadi peterjun pasukan lintas udara sejati, yang mampu mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai garda terdepan NKRI,” kata Djon. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































