HANKAM

Sebanyak 1.350 Personel TNI Akhiri Masa Tugas di Papua

Personel TNI.
Sebanyak 1.350 personel TNI yang masuk jajaran Koopsau Habema sektor timur meliputi 3 batalyon diantaranya Satgas Yonif 503/Mayangkara, Satgas Yonif 323/Buaya Putih, dan Yonmar 6 mengakhiri masa tugas (purna tugas) di Papua. (Foto: Dok. Penyonif Mayangkara)

Jakarta, IDM – Sebanyak 1.350 personel TNI di  jajaran Koopsau Habema Sektor Timur yang meliputi tiga batalyon yakni Satgas Yonif 503/Mayangkara; Satgas Yonif 323/Buaya Putih; dan Yonmar 6, mengakhiri masa tugasnya di Papua. 

Dilansir dari keterangan Penyonif Mayangkara, Jumat, (14/3) upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto, didampingi Wapangkoos Brigjen TNI Ahmad Fikri Muzmar, beserta jajaran Koops Habema. Upacara dilaksanakan di lapangan upacara Yonif 754, Kabupaten Mimika, Timika, Kamis (13/3).

Baca Juga: TNI AD Gelar Pelatihan Mengemudi Roket Astros di Malang

Kegiatan dimulai dari persiapan, pemeriksaan seluruh pasukan oleh Pangkoops Habema, dan dilanjukan dengan penyematan tanda Setya lencana kepada perwakilan batalyon. 

Dalam sambutannya Lucky  mengucapkan terima kasih dan bangga atas dedikasi serta perjuangan para prajurit selama melaksanakan tugas operasi di wilayah Papua yang telah banyak menorehkan prestasi. Ia juga berpesan agar selalu tetap jaga kekompakan untuk keberhasilan tugas-tugas ke depan yang penuh dengan tantangan.

Sebelumnya, di wilayah Nduga Papua Pegunungan, momen haru perpisahan juga dirasakan masyarakat saat melepas Satgas Yonif 503/Mayangkara. Kepala suku  Daniel Menjeh beserta kepala kampung dan masyarakat berbondong-bondong mengantar kepulangan Kesatria Mayangkara sampai di pelabuhan Amor. Komandan Satgas Letkol Inf Gurbasa Samosir pun dikukuhkan marga Pau dari suku Asmat.

Baca Juga: Wakil KSAL Ungkap Besaran Tunjangan Prajurit yang Bertugas di Wilayah Terpencil

"Terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan, serta kerjasama selama satu tahun Kesatria Mayangkara bertugas di wilayah Nduga, dan kami juga berpesan agar anak-anak harus tetap menempuh pendidikan yang nantinya akan mampu merubah kabupaten Nduga lebih baik lagi, ini bukan akhir dari perpisahan melainkan semangat untuk Papua lebih bersinar," kata Letkol Inf Gurbasa Samosir. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.