SDM Berkualitas Jadi Fondasi Penting Wujudkan Transformasi TNI AU

Jakarta, IDM – Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fondasi esensial untuk mewujudkan transformasi TNI Angkatan Udara (TNI AU). Unsur manusia juga dinilai sebagai penentu keberhasilan tugas yang diemban.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Asisten Personel (Aspers) KSAU Marsekal Muda TNI Elianto Susetio dalam Pembekalan Pasis Sekkau A-110 secara virtual dari Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/12/2021).
“SDM merupakan fondasi sekaligus aset penting TNI AU. Tidak peduli setinggi apapun teknologi Alutsista yang diusung, pada akhirnya, unsur manusia lah yang menjadi penentu keberhasilan tugas yang kita laksanakan,” tegas KSAU seperti dikutip dari laman TNI AU, tniau.mil.id.
Lebih lanjut, KSAU menekankan akan pentingnya kolaborasi dan sinergitas antar Pasis selama menempuh pendidikan.
Para Pasis pun diharapkan dapat terus mengembangkan diri dan terus beradaptasi serta memberikan hasil karya terbaik dalam menjalankan tugas yang semakin dinamis ke depannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini secara virtual para pejabat jajaran Kodiklatau dan Sekkau. (YAS)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































