HANKAM

Satuan Operasi, Awak KRI dan Prajurit Jadi Prioritas Vaksin TNI AL

Satuan Operasi, Awak KRI dan Prajurit Jadi Prioritas Vaksin TNI AL
Foto Dispen AL

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Laut (TNI AL) memprioritaskan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada para prajurit satuan operasi, pengawak KRI, prajurit Marinir yang akan melaksanakan tugas operasi, demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., saat meninjau pelaksanaan penyapuan vaksinasi Covid-19 bagi prajurit dan PNS TNI AL di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis pagi (25/3).

Dalam proses peninjauan, Kasal sekaligus menerima penjelasan tentang proses vaksinasi Covid-19 mulai dari tahap registrasi sampai dengan observasi yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Koarmada I Kolonel Laut (K) dr. Hengky Setyahadi dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkungan TNI AL.

Satuan Operasi, Awak KRI dan Prajurit Jadi Prioritas Vaksin TNI AL
Foto Dispen AL

KSAL di depan awak media menyampaikan bahwa vaksinasi ini difokuskan pada para prajurit yang bertugas pada satuan operasi, para prajurit pengawak KRI kemudian prajurit Marinir yang akan melaksanakan tugas-tugas operasional baik dari Koarmada I, Kolinlamil, Pushidrosal dan Marinir.  Dan saat ini kegiatan yang sama juga berlangsung di Koarmada II serta Lantamal-Lantamal lainnya.

“Hingga saat ini, prajurit yang sudah melaksanakan vaksinasi mencapai 50,9% dari seluruh prajurit TNI AL. Secara bertahap akan dilaksanakan vaksinasi di Kotama-kotama maupun di wilayah-wilayah yang sudah ditunjuk tempatnya dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat. Kita berharap agar pertengahan bulan April seluruh prajurit TNI AL sudah tervaksinasi,” terang Kasal. 

Satuan Operasi, Awak KRI dan Prajurit Jadi Prioritas Vaksin TNI AL
Foto Dispen AL

Selain itu, KSAL mengatakan bahwa prajurit TNI AL telah melaksanakan vaksinasi tahap pertama dengan memprioritaskan tenaga kesehatan sebanyak 95% serta penyintas sebanyak 5%.

5.000 vaksin disiapkan bagi prajurit maupun PNS TNI AL dibantu vaksinator dari seluruh unsur Kesehatan TNI AL Jakarta, Koarmada I, RSAL dr. Mintohardjo, RS Cilandak Marinir, Kolinlamil dan Lantamal III Jakarta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P., Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., Pangkolinlamil Laksamana Muda TNI Irvansyah, S.H., CHRMP, M.Tr.Opsla., Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr.(Han)., Danpuspomal Laksamana Muda TNI Dr. Nazali Lempo, S.H., M.H., Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono dan Kadiskesal Laksma TNI dr. Agus Guntoro. (rgp/wan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.