Satlap Tri Cakti kembali Gagalkan Upaya Penyelundupan 3,6 Ton Bijih Timah Senilai Rp1, 44 Miliar

Jakarta,IDM – Sebanyak 73 karung bijih timah kering berhasil diamankan personel Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (24/9).
Muatan bijih timah kering dengan total 3.650 kilogram yang diduga akan diselundupkan keluar wilayah Belitung tersebut diperkirakan bernilai Rp1, 44 miliar.
Baca Juga:
Berdasarkan informasi yang diterima Indonesia Defense Magazine, Jumat (25/9), operasi penindakan berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi jual beli dengan skema cash on delivery (COD) menggunakan kendaraan sewa sekitar pukul 00.30 WIB.
Merespons hal tersebut, Komandan Sektor (Dansektor) Belitung memimpin operasi penggagalan penyelundupan bijih timah dengan bergerak menyisir rute Air Saga hingga Paal satu.
Dari operasi tersebut, tim Satlap Tri Cakti berhasil menahan tiga kendaraan mobil yang berisi bijih timah dengan berat total 1,2 ton. Tumpukan timah didapati berada tersimpan di bagasi belakang dan kursi tengah.
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Post STP Badau, sementara para pelaku yang diduga sindikat pemain penyelundup ilegal sudah diserahkan kepada Polres Belitung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga:
Seluruh barang bukti juga telah menjalani proses penimbangan dan perhitungan sebelum dipindah ke gudang penyimpanan di bawah pengawasan aparat untuk kemudian diserahterimakan dengan petugas PT Timah.
Diduga, bijih timah tersebut ditargetkan akan memasuki wilayah Pulau Bangka. Hingga saat ini tim Satlap Tri Cakti bersama Pos Belitung Barat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































