HANKAM

Satlap Tri Cakti dan Intel Korem 045/Garuda Jaya Gagalkan Penyelundupan 7,9 Ton Bijih Timah Senilai Rp6,74 Miliar

Satlap dan Intel
Satlap Tri Cakti bersama Intel Korem 045/Garuda Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan 7,9 ton bijih timah. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Upaya penyelundupan bijih timah ilegal kembali digagalkan aparat gabungan. Satuan Pelaksana (Satlap) Tri Cakti bersama Intel Korem 045/Garuda Jaya berhasil mengamankan 7.937 kilogram bijih timah di wilayah Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Berdasarkan informasi intelijen, tim gabungan menghentikan tiga unit kendaraan double cabin yang mengangkut muatan bijih timah. Barang bukti dikemas menggunakan kampil berlapis (double kampil) yang dijahit rapi, diduga untuk menyamarkan isi muatan dan mempermudah pengangkutan secara ilegal.

Seluruh barang bukti kini diamankan di Gudang Bijih Timah (GBT) Sungailiat untuk mendukung proses penyelidikan dan penegakan hukum lebih lanjut.

Baca Juga: Kapten Czi Soya A. Prasetyo Resmi Pegang Komando Pasukan Khusus Nuklir TNI AD

Dari hasil pemeriksaan, potensi kerugian negara akibat penyelundupan ini ditaksir mencapai Rp6,74 miliar. Angka tersebut menambah daftar kerugian negara dari praktik ilegal timah di Bangka Belitung.

Sebagai perbandingan, hanya tiga hari sebelumnya, Satlap Tri Cakti bersama KSOP Pangkal Balam juga menggagalkan pengiriman 14,95 ton bijih dan balok timah melalui KM Sewidu di Pelabuhan Pangkal Balam yang berpotensi merugikan negara senilai Rp9,76 miliar.

Dengan demikian, dalam kurun waktu kurang dari satu pekan, aparat berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara lebih dari Rp16,5 miliar dari dua kasus besar penyelundupan timah ilegal.

Satlap Tri Cakti menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari komitmen memberantas perdagangan timah ilegal yang merugikan negara, merusak tata niaga pertambangan, dan mengancam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Baca Juga: Aksi Jenderal TNI AD Jajal Tank Canon 105 dan Terima Brevet Kehormatan

“Upaya pemberantasan akan terus dilakukan secara berkesinambungan melalui penguatan intelijen, patroli, dan penindakan terhadap seluruh pihak yang terlibat,” tegas Satlap Tri Cakti.

Aparat kini fokus melakukan pendalaman terhadap aktor intelektual, pemodal, pemilik barang, maupun jaringan distribusi yang beroperasi di Bangka Belitung dan Jakarta. Penindakan tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga diarahkan untuk memutus mata rantai penyelundupan timah ilegal secara menyeluruh.

Satlap Tri Cakti dan Intel Korem 045/Garuda Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam penambangan tanpa izin, pengangkutan, maupun perdagangan bijih timah ilegal. Partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat sangat diperlukan agar sumber daya alam Indonesia dapat dikelola secara sah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara serta kesejahteraan rakyat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.