Satkopaska Koarmada III Simulasi Pembebasan Sandera dan Tanker di Sorong

Jakarta, IDM - Satkopaska Koarmada III melakukan skenario manuver lapangan dalam latihan operasi pengamanan objek vital nasional di Sorong, Papua Barat, Sabtu (19/11). Para prajurit melumpuhkan aksi terorisme dengan membebaskan penguasaan kapal tanker oleh kelompok tertentu.
Satkopaska Koarmada III menyelamatkan sandera dan menjinakkan bahan peledak di ruang pusat kontrol serta menangani gangguan unjuk rasa dari masyarakat yang terprovokasi oleh sekelompok orang tertentu dengan memblokade pintu akses masuk PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VIII Kasim Sorong.
Pada briefing akhir latihan Satkopaska Koarmada III tersebut, Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Rudhi Aviantara, mengatakan pengamanan objek vital nasional ialah salah satu bentuk pengamanan dalam rangka pertahanan wilayah.

"Kegiatan tersebut dapat memberikan detterence effect bagi kekuatan lain yang ingin mengganggu keamanan kawasan," ujarnya dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Senin (21/11).
Rudhi juga menyampaikan, latihan secara umum dapat berjalan dengan baik. Para prajurit jajaran Koarmada III mampu menguasai materi latihan yang menambah pengetahuan dan kemampuan.
"Sehingga pelaksanaan latihan akan selaras dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan profesional serta tangguh menghadapi segala ancaman," pungkasnya.

Sebelumnya, latihan operasi pengamanan objek vital nasional dipimpin Komandan Guskamla Koarmada III Laksamana Pertama TNI Tunggul. Latihandiikuti 433 prajurit, terdiri dari Koarmada III, Guskamla Koarmada III, Lantamal XIV Sorong, Satkopaska Koarmada III, Yonmarhanlan XIV, dan satuan PMK PT Kilang Pertamina Internasional RU VII Kasim Sorong.
Baca: Aksi Pasukan Kostrad Gelorakan Perdamaian di Kei Besar
Sementara itu, alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang ikut serta dalam latihan operasi pengamanan objek vital nasional adalah KRI jajaran Koarmada III dan Lantamal XIV Sorong, Sea Rider, G-7 hingga pesawat udara TNI AL CN 235. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































