Satgultor TNI Adakan Latihan Bersama Jelang Pertemuan KTT G20

Jakarta, IDM - Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Joko.P. Putranto secara resmi membuka latihan penanggulangan teror yang dilaksanakan oleh Koopssus TNI di Lapangan GOR A. Yani Denma Mabes TNI Cilangkap, Selasa (14/6).
Latihan bersama Satgultor TNI ini melibatkan Satuan Gultor TNI dari Satuan 81 Kopassus, Denjaka TNI AL dan Satbravo Kopasgat.
Dalam sambutannya, Joko menyampaikan agar peserta latihan memanfaatkan kesempatan latihan bersama ini untuk memantapkan koordinasi, kolaborasi dan kerjasama antar satuan sehingga saat ada panggilan negara untuk tugas-tugas penanggulangan terorisme dengan segera dapat menjawab tantangan tugas tersebut dengan cepat dan berhasil.

Latihan Satgultor TNI akan berlangsung dari tanggal 15 s.d 17 Juni 2022 dalam bentuk Gladi Posko dan pada tanggal 21 Juni 2022 dilanjutkan Gladi Lapang yang akan berlangsung di Kawasan Ancol Jakarta Utara dan Bandara Internasional Soekarno Hatta, ucap Joko.
Latihan Satgultor TNI tahun 2022 ini sekaligus menjadi ajang Latihan bersama Satgultor TNI sebelum digelarnya pertemuan KTT G20 di Bali pada bulan Nopember 2022 mendatang. (GIN)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































