Satgasduk Murai Sakti II TNI AU Dampingi Kegiatan Belajar Anak Korban Gempa Bumi Cianjur

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan personel Lanud Atang Sendjaja (Ats) Bogor, yang tergabung dalam Satuan Tugas Dukungan (Satgasduk) Murai Sakti II, untuk mendampingi dan membantu operasional kegiatan belajar mengajar anak korban gempa bumi Cianjur, Senin (12/12).
Pendampingan tersebut dilakukan di sekolah darurat yang didirikan oleh Kementerian Sosial RI dan berada di Posko Desa Ciputri, Cianjur.

Dikutip dari tni-au.mil.id, Selasa (13/12), Komandan Posko Mayor Tek Endang mengungkapkan setiap hari para personel Lanud Ats melaksanakan pendampingan di sekolah darurat. Pihaknya juga disebut membagikan meja belajar untuk mempermudah proses belajar mengajar.
“Secara bergantian kami tugaskan anggota untuk membantu kegiatan belajar mengajar di lokasi Sekolah Darurat”, jelas Endang.
Baca: Kontrak Efektif, Pesawat Angkut A400M Siap Perkokoh Kekuatan Taktis TNI AU
Sekolah darurat yang diikuti oleh 547 siswa dan siswi dari SDN Pasir Sarongge ini didirikan untuk membantu mereka melanjutkan pendidikan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































