Satgas Yonif 741/GN Dapatkan Granat Nanas, Senjata Springfield dan Munisi di Perbatasan

Jakarta, IDM – Satgas Yonif 741/GN Pos Fohuk mendapatkan buah granat nanas, senjata springfield dan munisi dari masyarakat di Dusun Piebulak, Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.
Dilansir dari keterangan Penyonif 741/GN, Rabu (23/7) Komandan Pos (Danpos) Fatuha, Sertu Yunanto Pria Atmaja mengatakan granat, senjata springfield dan munisi ini diserahkan secara sukarela oleh masyarakat atas partisipasi aktif Pos Fohuk dalam kegiatan kemasyarakatan selama bertugas.
Baca Juga: Upacara Praspa 2025, Presiden Prabowo Lantik 2.000 Perwira Remaja TNI-Polri
"Semuanya barang tersebut diserahkan oleh BA (60 tahun) Ketua Adat Naen seorang sukarelawan pejuang pada saat perpecahan Indonesia dan Timor Leste," kata Yunanto.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan diantaranya kegiatan karya bakti pembangunan fasilitas Kapela, penanaman bibit pohon kopi, pemberian bantuan bibit pohon trembesi, bantuan kesehatan, serta melaksanakan sosialisasi mengenai larangan tentang kepemilikan senjata api buat warga akhirnya luluh dan menyerahkan barang-barang tersebut.
Baca Juga: Tandatangani Memori Kesepakatan dengan Kemenkes dan BPOM, Kemhan Siap Perkuat Kesehatan Nasional
"BA menyerahkan 1 buah granat nanas, 1 pucuk senjata springfield, 8 butir munisi 7,62 mm dan 1 butir munisi 12,7 mm," jelas Yunanto.
Nantinya barang-barang sitaan ini diamankan di Pos Fohuk selanjutnya akan diserahkan ke Makosatgas dan dilaporkan ke Komando atas untuk ditindaklanjuti. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































