Satgas Yonif 741/GN Bantu Warga Seberangi Sungai Welaus di Perbatasan

Jakarta, IDM – Bantuan tanggap bencana kembali dilakukan jajaran TNI. Kali ini, giliran Satgas Yonif 741/GN yang membantu warga menyeberangi banjir imbas meluapnya Sungai Welaus dan merendam jalan penghubung di wilayah perbatasan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah perbatasan menyebabkan beberapa ruas jalan terdampak banjir, sehingga akses warga menjadi terhambat.
Baca Juga: Puluhan Prajurit Latihan Kesiapan Calon Pengawak KRI Bung Hatta-370
Dari gambar yang terlihat, personel Satgas Yonif 741/GN dengan sigap membantu warga menyeberangi jalan yang terendam banjir. Sebelum melakukan evakuasi, mereka memastikan ketinggian arus dan debit air masih dalam batas aman agar proses penyeberangan tidak berisiko. Warga yang membawa kendaraan roda dua turut dibantu dengan cara diangkat secara bersama-sama melewati banjir, sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan.
Dansatgas Yonif 741/GN, Letkol Inf Sy. Gafur Thalib, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat adalah bagian dari tugas mereka sebagai satuan pengamanan perbatasan. Kehadiran Satgas Pamtas, lanjutnya, harus memberikan solusi bagi kendala yang dihadapi masyarakat.
"Sebagai Satgas Pamtas, sudah seharusnya kita hadir di tengah masyarakat dan membantu mereka yang membutuhkan. Namun, dalam setiap tindakan, kita tetap harus memperhatikan situasi dan kondisi serta selalu mengutamakan faktor keamanan," ujarnya dalam rilis yang diterima Selasa (18/3).
Baca Juga: Danpasmar 1 Berikan Arahan kepada Ratusan Prajurit Calon Satgas PBB
Dengan kesiapsiagaan dan semangat gotong royong, Satgas Yonif 741/GN terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada masyarakat perbatasan, khususnya dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas harian warga.
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, tetapi juga membuktikan bahwa kehadiran Satgas Pamtas memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan warga di wilayah perbatasan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































