Satgas Yonarmed 13 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Tokoh Adat Kalbar

Jakarta, IDM – Upaya Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Sektor Timur Yonarmed 13/Nanggala Kostrad dalam mengedepankan pendekatan humanis membuahkan hasil.
Seorang tokoh adat di Desa Bekuan, Kecamatan Ketungau Hulu, Kalimantan Barat, secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan jenis Bowman kepada prajurit TNI.
Baca Juga: TNI AD Sambut 514 Perwira Remaja, Siap jadi Pemimpin Masa Depan
Penyerahan senjata dilakukan setelah personel Satgas memberikan edukasi mengenai bahaya kepemilikan senjata api ilegal serta konsekuensi hukum yang menyertainya. Senjata tersebut diterima langsung oleh Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) Kapten Arm Yudhanto Agung Setyawan.
Tokoh adat berinisial AS menyatakan kesediaannya menyerahkan senjata sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan. Langkah ini lahir dari proses dialog, komunikasi persuasif, dan pendekatan kekeluargaan yang dijalankan Satgas secara konsisten.
Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala Kostrad, Letkol Arm Rokib Hanafi, mengapresiasi sikap kooperatif masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan terjalinnya hubungan harmonis antara prajurit TNI dan warga melalui pembinaan teritorial yang berkesinambungan.
Baca Juga: Indonesia Tanda Tangani Kontrak Pembelian 12 Pesawat Tempur Ringan M-346 F Produksi Italia
“Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam pelaksanaan tugas di perbatasan. Dengan pendekatan humanis dan persuasif, kami berharap sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat sehingga keamanan dan ketertiban di kawasan perbatasan dapat terus terjaga,” ujar Dansatgas dikutip dari siaran pers Penerangan Kostrad, Kamis (23/7).
Keberhasilan penyerahan senjata rakitan ini menjadi bukti bahwa komunikasi sosial yang dijalankan Satgas mampu membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































