Satgas TNI Tembak 1 Anggota KST Papua

Jakarta, IDM - Satgas TNI menembak mati satu Kelompok Separatis dan Teroris (KST) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Anggota Kelompok bersenjata di Kabupaten Yahukimo dalam kurun waktu 4 bulan terakhir telah melakukan tindak pidana kekerasan dengan menggunakan senjata yang mengakibatkan 3 Prajurit TNI tewas dan 3 luka serius saat sedang melakukan aktivitas harian.
Dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Rabu (8/12/2021), pada Selasa 7 Desember 2021 sekitar pukul 08.00 WIT kembali terlihat kelompok bersenjata mendekati Koramil Suru-suru dengan formasi siap melakukan penyerangan.
Setelah memberikan tembakan peringatan, anggota satgas Koramil Suru-suru melumpuhkan 1 anggota kelompok bersenjata yang membawa 1 pucuk senjata Laras panjang jenis SS2 V4.
Selain melumpuhkan 1 anggota kelompok bersenjata, satgas Koramil Suru Suru juga menyita 5 Magazen senjata SS2 V4, 139 butir munisi kaliber 5,56 mm, pisau, alat komunikasi.
Selanjutnya seluruh barang bukti akan diserahkan kepada Polda Papua untuk penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut (di antaranya pelanggaran terhadap UU Nomor 8 tahun 1948 tentang pemakaian senjata api dan peraturan perundangan lain). (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































