HANKAM

Satgas TNI AD Gagalkan Penyelundupan 5.000 Detonator Aktif di Perbatasan RI-Malaysia

Barang bukti
Barang bukti penyelundupan 5.000 butir cartridge detonator aktif jenis peledak lemah (low explosive). (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonkav 8/Narasinga Wiratama (NSW)/2 Kostrad menggagalkan penyelundupan 5.000 butir cartridge detonator aktif jenis peledak lemah (low explosive) di Simanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (18/9).

Dilansir dari keterangan Penkostrad, Selasa (22/9), barang tersebut diduga akan digunakan sebagai detonator untuk bom ikan. Saat disergap, pengemudi kendaraan melarikan diri sebelum pemeriksaan selesai.

Dijelaskan kronologi penangkapan bermula saat personel gabungan Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad bersama prajurit Tentera Darat Malaysia (26 RAMD TDM) melaksanakan penjagaan di Pos Dalduk Gabma Simanggaris. Petugas kemudian menghentikan sebuah mobil berwarna hitam yang melintas untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Sailing Pass KRI di Teluk Jakarta dan Peringatan HUT ke-81 di Monas Batal, Diganti Acara Sederhana di Mabes TNI

"Saat pemeriksaan pada bagian bagasi, petugas menemukan 10 paket kardus yang terbungkus kertas cokelat. Ketika paket tersebut hendak dipindahkan ke dalam pos untuk pemeriksaan lebih lanjut, pengemudi tiba-tiba tancap gas dan melarikan diri menuju arah Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoy," tulis keterangan Penkostrad.

detonator
(Foto: Dok. Penkostrad)

Menurut Dan SSK 2 Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Kapten Kav Herman Triforsa, personel di lapangan tidak dapat melakukan pencegatan maupun pengejaran secara optimal karena kondisi cuaca saat kejadian berupa hujan lebat disertai petir yang menyebabkan jaringan komunikasi hilang.

"Setelah kendaraan meninggalkan lokasi, petugas memeriksa paket yang ditinggalkan. Dari 10 kardus tersebut ditemukan 5.000 butir cartridge detonator jenis low explosive yang diduga digunakan sebagai detonator untuk bom ikan," kata Herman.

Baca Juga: Ini Spesifikasi Pesawat Prancis dalam Misi Pegase 2026

Atas keberhasilan ini, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Letkol Kav Dian Kriswijaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit yang tetap melaksanakan tugas pengamanan perbatasan secara maksimal dalam berbagai kondisi medan dan cuaca.

"Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga wilayah perbatasan RI-Malaysia sektor timur Kalimantan Utara dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan wilayah NKRI. Penggagalan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas Pamtas dalam memperketat pengawasan di wilayah perbatasan sekaligus mencegah masuk dan beredarnya barang berbahaya yang berpotensi untuk disalahgunakan," tutup Dian.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.