Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Latih Problem Survival

Jakarta, IDM - Danpasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Sugianto meninjau langsung prajuritnya ke daerah latihan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas PAM Puter) XXVII di Pulau Sisi, Distrik Mayamuk, Sorong, Papua Barat Daya, pekan lalu.
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (15/5), latihan problem survival ini dilaksanakan di tiga tempat, yaitu di Katapop, Pulau Sisi dan Pulau Arar selama 10 hari, dipimpin oleh Danyonif 11 (Mar) Letkol Mar Agung Prasetyo.
Baca Juga: 2 Srikandi Kodam III/Siliwangi Juarai Ajang WRE Orienteering Championship di Malaysia
Dalam latihan, para prajurit mensimulasikan kondisi ketika berada di pulau terluar yang menggambarkan kepada para prajurit kondisi serta situasi medan yang sebenarnya.
Saat meninjau, Sugianto menyampaikan latihan prasatgas ini bertujuan mengasah kemampuan tempur para prajurit.
Baca Juga: Dipromosikan Jadi Dankormar, Ini Prestasi Mayjen TNI Nur Alamsyah
"Serta diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme perorangan dan kelompok di daerah penugasan," ujarnya Sugianto. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































