Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Tanam 1.000 Mangrove di Perbatasan

Jakarta, IDM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus melakukan aksi pembinaan teritorial di wilayah perbatasan. Salah satunya datang Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarhanud 2 Kostrad.
Para personel perbatasan sektor barat yang bertugas di Pos Oepoli Sungai, Oepoli Tengah, dan Oepoli Pantai menanam 1.000 pohon mangrove di sepanjang pesisir Pantai Netemnanu Selatan, pada Senin (27/10), sebagai bagian dari program kerja Satgas Pamtas RI-RDTL.
Wadansatgas Pamtas, Mayor Arh Fitra Juni Awan, yang memimpin agenda ini mengatakan, TNI menaruh kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Baca Juga: 9 Perwira TNI AD Ditugaskan di Dewan Pertahanan Nasional, Ini Daftarnya
“Penanaman mangrove ini bermanfaat untuk menjaga ekosistem pesisir,” ujar Wadansatgas dalam rilis yang diterima, Kamis (30/10).
Ia berharap, kegiatan ini bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Oepoli dan generasi mendatang.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Kupang, Monsinyur Hironimus Pakaenoni, memberikan doa dan dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Akan Operasikan 30 Kapal Selam Nirawak, TNI AL Siapkan Pelatihan Khusus bagi Prajurit
Ia mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
“Mangrove adalah simbol kehidupan dan harapan. Ketika kita menanam pohon, kita sedang menanam masa depan yang lebih baik bagi bumi dan anak cucu kita,” ungkapnya. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































