Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Deportasi 13 WNA Ilegal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Jakarta, IDM – Sebanyak 13 warga negara asing (WNA) asal Timor Leste berhasil diamankan dan dideportasi pada Senin (8/12).
Langkah tersebut diambil usai Satgas Pamtas RI-RDTL sektor barat, Yonarhanud 2 Kostrad di Pos Wini usai para WNA masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal di Desa Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjadi di Papua, TNI Respons Cepat
Komandan Pos Wini, Sertu Rizky Bahar, mengatakan bahwa penindakan ini merupakan hasil dari kesigapan personel dan informasi yang diterima dari masyarakat.
“Komitmen kami untuk selalu menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan di perbatasan akan terus kami dorong,” ujar Rizky dilansir dari Penerangan Kostrad, Selasa (9/12).
Ia mengatakan, pihaknya akan memastikan bahwa setiap perlintasan harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Baca Juga: Tim Kesehatan TNI AD Tembus Medan Berat Distribusi Obat ke Wilayah Terisolir Aceh Tengah
Dengan adanya penindakan ini, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad akan terus mengupayakan terciptanya kondisi perbatasan yang aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat sekaligus menegakkan kedaulatan negara.
Seperti diketahui, para WNA tersebut terdiri dari 2 laki-laki dan 11 perempuan ditemukan oleh personel Pos Wini melintas di jalur tidak resmi. Mereka mengaku masuk ke wilayah Indonesia untuk berbelanja kebutuhan pokok dan barang lainnya di Pasar Wini. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































