HANKAM

Satgas Pamtas TNI Ikut Perbaiki Jembatan di Papua

Satgas Pamtas Yonif 126/KC.
TNI melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 126/KC ikut memperbaiki Jembatan Oga di Kampung Epsembit, Distrik Mindiptana, Boven Digoel, Papua, Selasa (29/7/2025). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 126/KC ikut memperbaiki Jembatan Oga di Kampung Epsembit, Distrik Mindiptana, Boven Digoel, Papua, Selasa (29/7).

Perbaikan jembatan itu dilatarbelakangi kerusakan parah Jembatan Oga, yang selama ini menjadi jalur vital penghubung antara Kampung Epsembit dengan wilayah lain.

Kerusakan jembatan membuat akses transportasi dan distribusi barang menjadi terhambat, sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga: Pusat Polisi Militer TNI AD Beri Penghargaan untuk Ifan Seventeen

Komandan Satgas Yonif 126/KC Letnan Kolonel (Inf) Muhammad Syahirin Yahya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya satgas dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Papua.

“Kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam memperbaiki jembatan yang sangat penting bagi masyarakat di sini. Semoga dengan perbaikan ini, akses masyarakat menuju kebutuhan pokok menjadi lebih mudah," kata Syahirin Yahya, dikutip dari keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Rabu (30/7).

Satgas Pamtas Yonif 126/KC.
Prajurit dari Satgas Yonif 126/KC bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menggali, menata, dan membangun kembali bagian-bagian jembatan yang rusak. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Prajurit dari Satgas Yonif 126/KC bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menggali, menata, dan membangun kembali bagian-bagian jembatan yang rusak.

Kepala Kampung Epsembit Thomas Fiktor menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Satgas Yonif 126/KC.

Baca Juga: Kodam XVIII/Kasuari Kawal Penyaluran Bantuan Beras Bulog

“Kami berharap jembatan ini bisa kembali berfungsi dengan baik dan meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat kami," kata Thomas Fiktor.

Thomas Fiktor berharap perbaikan jembatan itu mempermudah akses transportasi untuk mengangkut hasil pertanian serta memperlancar komunikasi dan perdagangan antar kampung. Selain itu, keberadaan jembatan yang lebih kokoh dan aman diharapkan akan meningkatkan keamanan bagi para pelintas.

Bagi warga, perbaikan jembatan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga sebagai simbol nyata dari kehadiran TNI di tengah masyarakat. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.