Satgas Pamtas RI-Malaysia Amankan Satu Unit Senapan Angin PCP

Jakarta, IDM - Komandan satuan tugas (Dansatgas) pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/105 Tarik Bogani, Letkol Arm Edi Yulian Budiargo mengatakan pihaknya berhasil mengamankan satu orang warga Badau yang membawa satu unit senapan angin jenis PCP Predator Mini Kaliber 4,5 mm asal Indonesia, yang akan diselundupkan ke Lubuk Antu Serawak, Malaysia, Senin (13/6).
“Kemudian didapatkan satu orang WNI hendak melintas menuju Malaysia dengan membawa barang yang mencurigakan dan kemudian dilaksanakan pemeriksaan di tempat. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan barang bawaan tersebut, ditemukan senjata angin jenis PCP merek Predator Mini Kaliber 4.5 mm beserta dengan munisi satu kotak," ungkap Edi.
Edi pun menjelaskan, warga yang membawa senapan angin untuk diselundupkan tersebut berikut barang bukti diamankan ke Pos Kotis Nanga Badau untuk dimintai keterangan.
“Kami selalu berupaya dengan semaksimal mungkin untuk mencegah segala bentuk kegiatan ilegal di wilayah perbatasan, dan bertekad untuk tetap konsisten melaksanakan kegiatan patroli untuk mengantisipasi segala macam bentuk pelanggaran yang ada,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Edi juga mengatakan berdasarkan dari hasil penangkapan tersebut, dapat disimpulkan masih adanya masyarakat sekitar yang menyeludupkan barang melalui jalan-jalan tikus di perbatasan Indonesia-Malaysia. Selain itu, Edi juga menambahkan pihak akan melakukan pengamanan ketat terhadap jalan-jalan kecil sehingga tidak ada kasus-kasus yang seperti ini. (ADT)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































