Satgas Pamtas Gagalkan Upaya Penyelundupan 47 Karung Beras Ilegal

Jakarta, IDM – Sebanyak 47 karung beras asal Timor Leste yang diselundupkan melalui jalur tidak resmi di wilayah perbatasan berhasil digagalkan.
Keberhasilan tersebut dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad pada Minggu (12/4) melalui sektor pengawasan Pos Turiscain Kompi II, di sekitaran Desa Maumutin, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Erlan Wijatmoko, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah perbatasan untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal.
Baca Juga: 2.000 ASN Mulai Rangkaian Latihan Komcad, Bacadnas Ingin Sistem Pertahanan Negara Terpelihara
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum, khususnya penyelundupan barang melalui jalur tidak resmi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perbatasan dengan tidak melakukan aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara dan diri sendiri,” kata Erlan, Senin (13/4).
Keberhasilan menyetop penyelundupan ini berawal dari personel jaga mencurigai adanya aktivitas kendaraan dari arah Timor Leste yang bergerak menuju jalur ilegal.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Danpos Turiscain dengan mengerahkan anggota bersama tim Satgas Intel Kodam IX/Udayana untuk melakukan pengecekan di lokasi.
Setibanya di sekitar Sungai Malibaka, petugas mendapati sejumlah pelaku tengah memikul karung beras menuju wilayah Indonesia. Menyadari kehadiran aparat, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan barang bukti di lokasi.
Baca Juga: Satu Orang Meninggal dalam Kecelakaan dengan Truk TNI, Kodam Udayana Beri Penjelasan
Para pelaku meninggalkan 47 karung beras kemasan 20 kilogram yang langsung diamankan personel Satgas Pamtas.
Selanjutnya, barang bukti tersebut diserahkan kepada pihak Bea Cukai Atafufu untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aksi ini diduga merupakan bagian dari praktik penyelundupan lintas batas yang memanfaatkan jalur tidak resmi agar terhindar dari pengawasan aparat. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































