Satgas Marinir Ambalat XXVIII Konsisten Patroli Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia

Jakarta, IDM - Prajurit Pasmar 2 Korps Marinir yang tergabung dalam Satgas Marinir Ambalat XXVIII BKO Guspurla Koarmada II, berpatroli patok perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (10/4).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah pimpinan Letda (Mar) Mujianto, diawali dengan briefing dan penyiapan material, kemudian tim patroli bergerak taktis menuju patok 15, 16 A, 16 B dan berakhir di patok sisi barat Pulau Sebatik.
Baca Juga: Bahas Tindak Lanjut Relokasi Lanud Soewondo, KSAU Hadiri Rakor di Kemenko Marves
Dari hasil patroli tersebut, diketahui patok yang ditemui masih dalam posisi sesuai koordinat, tidak ada pergeseran ataupun berubah bentuk. Selesai berpatroli patok, tim kemudian melakukan cek personel dan material, lalu kembali ke pos untuk kegiatan administrasi.

Komandan Satgasmar Ambalat XXVIII Kapten (Mar) Andreas Parsaulian Manalu, menyampaikan patroli kali ini sengaja dilakukan siang hingga sore hari, karena personel satgas sedang melaksanakan ibadah puasa.
Baca Juga: Dogfight di Upacara Peringatan HUT ke-77, Aksi TNI AU Usir Pesawat Musuh
"Sehingga diatur waktu yang efektif untuk melaksanakan tugas dan menjalankan ibadah," ujarnya dikutip dari keterangan Dispen Kormar.
Ia melanjutkan, patroli patok adalah salah satu tugas pokok, sehingga dalam situasi dan kondisi apapun pihaknya akan memaksimalkan pelaksanaan tugas tersebut yang sudah menjadi tanggung jawab sebagai aparat TNI. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































