Satgas Level II Hospital TNI Siap Bertugas di Lebanon

Jakarta, IDM – Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Taufik Budi Santoso menyematkan baret United Nations (UN) kepada perwakilan Satgas Level II Hospital TNI di Bogor, Jumat (20/12).
Mengutip keterangan pmpp-tni.mil.id, Sabtu (21/12), penyematan baret berwarna biru itu menandakan kesiapan para prajurit menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Baca Juga: Pangkoarmada II Tinjau Pos Pengamanan Pulau Ndana
"Kegiatan penyematan baret ini merupakan suatu pengukuhan dan penghargaan serta kehormatan bagi prajurit TNI yang akan melaksanakan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bansga (PBB)," ujar keterangan tersebut.
"Satgas Level II Hospital TNI Konga UNIFIL akan diberangkatkan untuk misi perdamaian di negara Lebanon," sambung siaran pers itu.
Baca Juga: Pasukan Buaya Putih Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Distrik Gome
Adapun warna biru baret UN yang melambangkan perdamaian diambil dari warna dasar PBB. Penyematan kepada total 22 prajurit tersebut sekaligus menandai latihan pra-penugasan Pre Deployment Training (PDT) telah rampung digelar di PMPP TNI. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































