HANKAM

Satgas KRI Radjiman Ungkap Tantangan Berlayar di Area Konflik Laut Merah

Dansatgas Port Visit Mesir 2024 Laksamana Pertama Sumarji Bimoaji
Dansatgas Port Visit Mesir 2024 Laksamana Pertama Sumarji Bimoaji di Kolinlamil, Jakarta, Jumat (15/3). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM - Komandan Satgas Port Visit Mesir 2024 Laksamana Pertama Sumarji Bimoaji mengungkapkan tantangan yang dihadapi KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 saat melewati daerah konflik atau area of interest, selama berlayar menuju El-Arish, Mesir.

"Misi ini sangat menantang dan kami melewati area of interest di mana terjadi konflik dan banyak penyerangan terhadap kapal-kapal yang melintas," ungkap Bimoaji kepada awak media di Jakarta, Jumat (15/3).

Ia mengungkapkan, kapal bantu rumah sakit TNI AL yang mengangkut 242 ton bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina itu melewati area konflik di sekitar perbatasan Yaman, seperti Laut Merah hingga Teluk Aden.

Baca Juga: Kapendam: Hoaks, TNI Tak Pernah Tangkap WNA di Enarotali Paniai

"Alhamdulillah, selama kami lewat tidak ada gangguan atau ancaman baik dari Houthi (kelompok bersenjata di Yaman asal Zaidi) maupun pembajak yang berasal dari Somalia," kata Bimoaji.

Satgas Port Visit Mesir
Para personel Satgas Port Visit Mesir 2024 KRI Radjiman tiba di Mako Kolinlamil, Jakarta, Jumat (15/3). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Selama berlayar, lanjut Bimoaji, tim satgas sudah mempersiapkan diri dengan membawa tim force protection atau pasukan khusus TNI AL yang berjumlah 36 personel, terdiri dari 9 prajurit Kopaska Koarmada I, 11 prajurit Kopaska Koarmada II, 9 prajurit Denjaka, dan 7 prajurit Taifib.

"Kami telah menyiapkan segala sesuatunya termasuk rencana kontigensi apabila ada kedaruratan dengan menggunakan tim force protection dengan persenjataan yang kami miliki untuk melaksanakan pertahanan diri," jelasnya.

Baca Juga: Panglima TNI Sambut Kedatangan KRI Radjiman, Usai Antar Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Adapun, KRI Radjiman yang membawa 214 personel itu menempuh waktu operasi selama 57 hari, terhitung dari 18 Januari sampai berlabuh kembali di Jakarta, pada 15 Maret dengan menempuh jarak 10.983 mil laut.

Kedatangan satgas disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali serta sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kementrian Pertahanan, Mabes TNI, dan Mabes TNI AL melalui upacara penyambutan di Mako Kolinlamil, pada hari ini. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.