Satgas Indo RDB Gelar Simulasi Latihan Deteksi Bahan Peledak

Jakarta, IDM - Demi meningkatkan kemampuan prajurit, INDO RDB XXXIX-E MONUSCO menggelar latihan deteksi bahan peledak di Rear Base, Bunia, Republik Demokratik Kongo beberapa waktu lalu.
Dilansir keterangan resmi @indo_rdb_39e_manusco, diterima Senin, (26/6) kegiatan ini dipimpin oleh Sertu Ulil dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan prajurit di Bidang Jihandak.

Dalam latihan tersebut Serda Wirza melakukan pencarian bahan peledak dengan menggunakan Minex 4600 detektor ini untuk mendeteksi bahan bahan yang berbau logam dan elektronik serta menggunakan body armour EOD 9 untuk pakaian baju pelindung yang lengkap dan memadahi serta memiliki level yang cukup dalam memberikan perlindungan kepada operator penjinak bahan peledak.
Baca Juga: Latihan Pengamanan Obyek Vital Nasional Strategis 2023 Resmi Ditutup
"Kegiatan latihan ini sudah terjadwal dengan baik, melalui latihan ini di harapkan para personel dapat melaksanakan tugasnya secara baik sewaktu-waktu dibutuhkan," kata Sertu Ulil. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































