Satgas Indo RDB di Kongo Gelar Patroli Keamanan

Jakarta, IDM - Satgas Indo Rapidly Deployable Battalion (RDB) terus menjalin hubungan baik dengan masyarakat di daerah operasinya di Kongo. Salah satu langkah yang ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut yakni dengan melalukan patroli di Desa Opas, Bunia, Republik Demokratik Kongo, Selasa (19/6).
Melansir pmpp-tni.mil.id, Kamis (22/6) patroli tersebut dipimpin oleh Kapten Inf Agustinus. Ia mengatakan selain untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat, langkah tersebut sekaligus untuk menjaga kemanan sekitar.
Baca Juga: TNI AD Tegaskan Siap Bantu Kesulitan Masyarakat di Pedalaman Kalimantan
Agustinus menjelaskan dalam upaya tersebut, tim yang dipimpinnya menyusuri sejumlah lokasi seperti pemukiman penduduk, tempat dan fasilitas umum serta wilayah perkebunan.
"Hal itu guna terus menjalin hubungan silaturahmi dan menambah keakraban kepada warga serta meyakinkan situasi keamanan wilayah terjaga,” kata Agustinus.
Baca Juga: Prajurit TNI AL Ini Jadi Perwakilan Forum Maritime Trafficking Routes-Southeast Asia di Thailand
Selain menelusuri sejumlah titik di kawasan desa, Agustinus bersama timnya juga mengimbau masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga keamanan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































