Satgas Garuda Merah Putih II Bertolak ke Mesir Lanjutkan Misi Kemanusiaan untuk Gaza

Jakarta, IDM – Indonesia melalui Satuan Tugas Garuda Merah Putih II lepas landas dari Yordania, menuju East Cairo Air Base, Mesir, Minggu (31/8) waktu setempat, untuk melanjutkan misi kemanusiaan untuk warga Jalur Gaza dan sekitarnya.
Pelepasan personel satgas ke Mesir dilaksanakan secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia di Yordania, Ade Padmo Sarwono.
Satgas membawa tiga pesawat Super Hercules C-130J masing-masing dengan nomor registrasi A-1339, A-1343, dan A-1344.
Baca Juga: Yonif 432/WSJ Gelar Latihan Blok Gunung Hutan
Ketiga pesawat tersebut membawa muatan bantuan berupa 1.286 payung udara orang (PUO) dan 40 bundel logistik yang disiapkan untuk didistribusikan melalui jalur udara ke wilayah Gaza dan sekitarnya.
“Bantuan ini dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat akibat blokade dan konflik yang masih terjadi,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah melalui keterangan tertulis, Senin (1/9).

Misi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Wing I Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel (Pnb) Puguh Pujianto selaku Komandan Satgas Garuda Merah Putih II, bersama 92 personel.
Setibanya di East Cairo Air Base, bantuan akan dikonsolidasikan dengan elemen penghubung internasional dan otoritas kemanusiaan Mesir, untuk kemudian dijatuhkan melalui operasi udara terkoordinasi ke wilayah Gaza.
Baca Juga: TNI AD Gelar Patroli Skala Besar di Jakarta
“Pengiriman bantuan ke Gaza ini menunjukkan komitmen lebih besar Indonesia, dengan ditambahnya armada C-130J lengkap bersama personelnya,” tutur Kapuspen TNI.
Sebelumnya, misi bantuan diberangkatkan dari Pangkalan Aju di Amman, Yordania, melalui operasi airdrop multinasional Solidarity Path Operation-2 di bawah komando Royal Jordanian Air Force (RJAF) atau Angkatan Udara Yordania. Kini, operasi akan dialihkan ke Mesir.
Misi airdropping direncanakan berlangsung mulai 2 hingga 20 September 2025. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































