Satgas BGC TNI 39-G Monusco Tiba Indonesia Usai Misi Perdamaian di Kongo, Bertahan dari Ancaman Ebola

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI menyambut kepulangan Satgas Batalion Gerak Cepat (BGC) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-G (39-G) United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (Monusco) di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/10).
Satgas BGC TNI Konga 39-G Monusco tiba di Tanah Air setelah mengemban misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama lebih kurang setahun di Republik Demokratik Kongo.
Baca Juga: Mutasi TNI AL, Laksdya Achmad Wibisono Resmi Jabat Komandan Kodiklatal
Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh prajurit atas keberhasilan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab, termasuk menyelesaikan karantina kesehatan selama 14 hari.

“Selama bertugas, prajurit Garuda menjalankan mandat PBB untuk mendukung perlindungan masyarakat sipil dan stabilitas keamanan di tengah dinamika operasi, aktivitas kelompok bersenjata, keterbatasan infrastruktur, tantangan kemanusiaan, serta ancaman wabah Ebola di sejumlah wilayah,” kata Letjen Bobby, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Baca Juga: Gunakan Tiga Pesawat, TNI Tebar 10,8 Ton Bahan Modifikasi Cuaca di Kalimantan
Puspen TNI menyatakan, keberhasilan tersebut menegaskan komitmen TNI dalam mendukung perdamaian dunia sekaligus memperkuat diplomasi militer Indonesia di tingkat internasional.
“Prajurit Garuda tidak hanya menunjukkan profesionalisme TNI, tetapi juga merepresentasikan Indonesia dalam mengemban amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tulis Puspen TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































