Sandar di Lanal Kendari, KRI Tongkol-813 Lakukan Pembekalan Ulang Logistik

Jakarta, IDM - Kapal patroli TNI AL KRI Tongkol-813, sandar di dermaga Markas Komando Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/10).
Dikutip dari laman TNI AL, Kamis (6/10), KRI Tongkol-813 yang dipimpin Mayor Laut (P) Agung Susyanto, melakukan bekal ulang logistik dan melakukan beberapa pengecekan kapal sebelum melanjutkan tugas operasi.
Hal tersebut sebagai tugas pokok Lanal Kendari dalam dukungan terhadap Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari unsur KRI, Marinir, pesawat udara, dan pangkalan.
Sebagai pangkalan, Lanal Kendari berfungsi sebagai 5R, yaitu rebased, refuelling, replenishment, repair, rest, dan recreation bagi unsur-unsur TNI AL lainnya dalam SSAT.
Kedatangan KRI Tongkol-813 di Kendari ini disambut oleh Komandan Lanal Kendari Letkol Laut (P) Abdul Kadir Mulku Zahari beserta perwira staf Lanal Kendari. Turut on board Danguskamla Koarmada II Laksamana Pertama TNI IGP Alit Jaya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































