Sandar di Dermaga Singapura, KRI Bima Suci Disambut Dubes RI

Jakarta, IDM - Pascaempat hari berlayar dari Jakarta, KRI Bima Suci beserta Satuan Tugas Kartika Jala Krida (Satgas KJK) 2022 tiba di Singapura. Kedatangan Satgas yang dipimpin Dansatgas Letkol Laut (P) M. Sati Lubis, disambut Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura HE. Suryo Pratomo, Kamis (28/7).
Dikutip dari laman resmi TNI AL, Jumat (29/7), selain Dubes RI, turut hadir dalam penyambutan tersebut Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel Pnb Achmad Zailani dan Atase Laut (Atal) RI Kolonel Mar Yudo Herdyanto. Kemudian, taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan ke-69 melaksanakan peran parade di atas geladak KRI Bima Suci sebelum sandar.

Menurut rencana, KRI Bima Suci akan bersandar selama tiga hari di Singapura untuk melaksanakan kegiatan kunjungan kehormatan ke pejabat setempat, sekaligus mengadakan promosi wisata, dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Singapura.
Dalam pelayaran KJK, KRI Bima Suci membawa 208 orang yang terdiri dari 92 orang anak buah kapal (abk), 102 orang taruna AAL, dan 14 orang staf latihan.
KRI Bima Suci akan berlayar selama 91 hari dengan menempuh jarak 11.122 mil laut. Setelah dari Singapura, selanjutnya rombongan tersebut akan menuju pelabuhan Sabah Malaysia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































