Sandang Pangkat Prada, 600 Lulusan Semata PK A-90 Resmi jadi Prajurit Baru TNI AU

Jakarta, IDM – Kekuatan sumber daya manusia (SDM) TNI Angkatan Udara (TNI AU) bertambah dengan lulusnya 600 siswa dari Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier (Semata PK) Angkatan ke-90.
Ratusan siswa tersebut kemudian dilantik melalui upacara pelantikan yang dipimpin oleh Wakil Komandan Kodiklatau (Wadan Kodiklatau) Marsda TNI Benny Arfan, mewakili Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono, di Lanud Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/11).
Baca Juga: TNI AL dan Singapura Perkuat Kerja Sama Keamana Maritim, Fokus Selat Malaka dan Laut Natuna
Setelah upacara, mereka secara resmi menyandang pangkat prajurit dua (Prada) dan ditetapkan sebagai prajurit TNI Angkatan Udara. Dari ratusan wisudawan, Prada Reno Ceza Rosanto terpilih sebagai lulusan terbaik dengan nilai tertinggi dalam aspek akademik, fisik, serta kepribadian.
Dalam sambutan tertulisnya, Komandan Kodilatau menegaskan, pendidikan yang telah dilalui oleh para wisudawan bertujuan untuk membentuk mereka menjadi prajurit TNI AU yang profesional, berkarakter, serta memiliki kemampuan sesuai strata kepangkatan.

“Pembentukan tersebut harus berlandaskan Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI,” ungkap Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Sabtu (8/11).
Baca Juga: Bertemu di Manila Dialogue, Bakamla RI Pererat Kerja Sama dengan Japan Coast Guard
Ia kemudian berpesan agar para prajurit baru dapat mematuhi aturan serta disiplin militer lantaran status mereka telah mengalami perubahan, dari sipil menjadi anggota militer.
“Saat ini saudara telah terikat dengan aturan dan disiplin militer yang ketat. Hindari segala bentuk pelanggaran hukum, ketertiban, serta norma kehidupan dan jati diri prajurit TNI. Mulai detik ini, TNI Angkatan Udara menanti darma baktimu,” tegas Dankodiklatau. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































