Sambut HUT Kowal ke 58, TNI AL Gelar Donor Darah

Tanjungpinang, IDM - Jelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-58 Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) Tahun 2021, Asisten Personel Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Aspers Danlantamal) IV Tanjungpinang Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari, S.Pd., M.Tr. Hanla., M.M., CHRMP., memimpin kegiatan aksi donor darah bertempat di Kantor Palang Merah Indonesia, Jalan Rumah Sakit Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (10/12/2020).
Kegiatan sosial tersebut diikuti oleh Prajurit Kowal dari satuan TNI Angkatan Laut yang berada di Tanjungpinang yaitu Kogabwilhan I, Mako Lantamal IV, Rumkital Midiato Suratani, dan Lanudal Tanjungpinang.

Kadispen Lantamal IV Tanjungpinang Mayor Marinir Saul Jamlaay mengatakan “Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan sosial, dan tingkat kepedulian dari srikandi-srikandi TNI Angkatan Laut dalam mendarmabhaktikan melalui donor darah,” jelasnya.
“Setetes darah yang kita sumbangkan dapat menyelamatkan nyawa saudara kita yang sedang membutuhkanya,” pungkasnya.
Dalam rangkaian HUT Kowal Ke 58, juga telah dilaksanakan kegiatan ziarah rombongan, Bhaksos dan Anjangsana ke Panti Jompo. (rgp/wan)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































