Sambut HUT ke-81 TNI, Prajurit TNI-Polri dan Warga Benahi Dua Jembatan Penghubung Logpon-Dekai

Jakarta, IDM – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), semangat gotong royong ditunjukkan personel TNI-Polri bersama masyarakat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Melalui karya bakti, Kodim 1715/Yahukimo bersama Pos Logpon memperbaiki dua jembatan yang menjadi bagian penting dari Jalan Poros Logpon-Dekai, Distrik Dekai.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian aparat terhadap fasilitas umum yang menopang aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Angkat Derajat Sang Ibu: Perjuangan Hamid Marasabessy, Anak Nelayan yang Lolos jadi Prajurit TNI
Perbaikan jembatan dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus mengurangi risiko keselamatan akibat kondisi infrastruktur yang mulai mengalami kerusakan.
Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Rifqi Kharief Gunawan mengatakan karya bakti merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu menangani fasilitas umum yang digunakan bersama.
“Karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat. Kami berharap perbaikan jembatan ini dapat memberikan manfaat serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat,” ujar Letkol Inf Rifqi Kharief Gunawan.
Jalan Poros Logpon-Dekai memiliki posisi penting bagi masyarakat Yahukimo. Jalur ini menjadi salah satu akses yang menghubungkan Pelabuhan Logpon dengan Kota Dekai, sekaligus mendukung pergerakan warga dan distribusi berbagai kebutuhan.
Baca Juga: Latma Manyar Indopura 2026, TNI AU-RSAF Tukar Pengalaman Operasional Caracal dan Chinook
Kerusakan pada jembatan berpotensi menghambat perjalanan masyarakat. Apabila tidak segera ditangani, kondisi itu juga dapat meningkatkan risiko bagi pengguna jalan, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Atas dasar itu, personel TNI-Polri bersama warga bergerak melakukan perbaikan terhadap dua jembatan yang mengalami kerusakan. Pengerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan memperhatikan aspek keselamatan selama proses berlangsung.
Adapun kegiatan ini melibatkan Letda Mar Akbar selaku Danki Satgas Yonif 5 Marinir, Serma Faisal Kurniawan selaku Danpos Logpon Kodim 1715/Yahukimo, Aipda F. Sitanggang selaku Kapos Pol KP3 Sungai, tokoh pemuda Lokpon Thomas Sinamur, personel gabungan, serta masyarakat setempat.
Selain berfokus pada perbaikan infrastruktur, karya bakti juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat.
Baca Juga: Koops TNI Habema Buru OPM Penembak Tiga ASN di Jayawijaya
Dandim 1715/Yahukimo menilai keterlibatan warga dalam kegiatan menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap fasilitas umum yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.
Semangat gotong royong ini diharapkan terus terpelihara, tidak hanya dalam menjaga fasilitas publik, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah Logpon dan sekitarnya.
Sinergi TNI-Polri bersama masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi warga Yahukimo.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































