Sambut HUT Ke-78 Kemerdekaan RI, TNI AD Bagikan 10 Juta Bendera Merah Putih di Aceh

Jakarta, IDM - TNI AD melalui Korem 011/LW menggelar launching pembagian 10 juta Bendera Merah Putih dalam rangka Gerakan dan Semarakkan Peringatan HUT ke 78 Kemerdekaan RI tahun 2023 bertempat di Kantor Bupati Aceh Utara, Keutapang Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Senin (31/7).
Komandan Korem 011/LW (Danrem) Kolonel Kav Kapti Hertantyawan mengatakan gerakan pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih merupakan upaya untuk menyemarakkan HUT ke 78 tahun. Nantinya, bendera Merah Putih yang dibagikan tersebut diharapkan akan terpasang dan berkibar di seluruh instansi pemerintah, swasta, sekolah, tempat umum, rumah, dan tempat strategis lainnya.
Baca Juga: 500 Komcad Matra Laut Siap Perkuat Kemampuan Komponen Utama TNI
"Kita memaknai pembagian bendera tersebut merupakan upaya bersama untuk memupuk rasa cinta dan bangga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bendera merah putih juga merupakan simbol pemersatu antar seluruh komponen bangsa sekaligus kita juga merawat rasa kebangsaan tentang persatuan dan kesatuan,” kata Danrem. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































