HANKAM

Salah Kaprah! 1 Mei Bukanlah Hari Kemerdekaan Papua

Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi. (Foto: Dok. Kodam XVII/Cendrawasih)

Jakarta, IDM – Hari ini, 1 Mei 2026, Panglima Kodam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memberikan ucapan selamat untuk warga Papua. Ucapan ini untuk memperingati bergabungnya Papua ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dikutip dari unggahan Instagram Kodam XVII/Cendrawasih, @kodam17, Jumat (1/5), dijelaskan bahwa 1 Mei 1963 adalah hari yang bersejarah, karena Papua resmi bergabung menjadi bagian dari NKRI melalui mekanisme yang difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Wingdik 400/Matukjur Uji Ketangguhan Fisik dan Mental Ratusan Calon Bintara TNI AU dalam Latganda

Kodam XVII/Cendrawasih berharap momentum persatuan ini seharusnya dipahami lebih jernih, menjadi bagian dari perjalanan kesatuan bangsa Indonesia.

Dalam unggahan tersebut, dipertegas dengan penjelasan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPC BMP-RI) Kabupaten Biak Numfor, Frids S. Arfayan, yang menyatakan bahwa 1 Mei bukanlah hari kemerdekaan Papua seperti yang disalahpahami oleh sebagian kelompok.

"Ini hari bersejarah Pembebasan Irian Barat atau integrasi Papua ke dalam bingkai NKRI. Kepingan sejarah yang harus dipahami secara komprehensif," kata Frids.

Baca Juga: TNI Gelar Apel 1 Mei di Papua, Antisipasi Situasi Keamanan

Untuk diketahui, hari ini TNI dari Kodam XVII/Cenderawasih juga menggelar apel siaga personel guna mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di wilayah Papua. Apel dipimpin langsung oleh Kasdam XVII/Cendrawasih, Brigjen TNI Haryantana.

Pada kesempatan tersebut, Haryantana meminta seluruh komandan satuan menyiapkan personel dan materil secara optimal agar dapat bergerak cepat apabila situasi membutuhkan tindakan pengamanan.

"Sebagai prajurit, kita dituntut selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Saat ini personel disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah Papua," kata Haryantana. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.